30 Maret 2015

Kelas Akademik 29 Maret

0

Kelas hari ini lebih tenang daripada minggu minggu sebelumnya. Selain karena kegiatan minggu adalah akademik, adik yang datang minggu ini juga lebih sedikit. namun begitu, kakak yang datang ada 12 orang termasuk 3 kakak baru.

Jam 9 pagi ketika ka Satu datang, beberapa adik "langganan" sudah duduk didalam kelas. Puja, Riri dan teman-temannya. Tak berapa lama kemudian adik-adik lain berdatangan dan sambil menunggu yang lain datang, beberapa adik sudah mulai belajar. Setelah sudah banyak adik yang datang. Kak Satu membuka dengan circle time dan berdoa bersama dipimpin oleh salah satu adik.

Oh ya, ketika sedang beres beres meja, kami melihat ada keramaian seperti adik-adik dan kakak-kakak dari komunitas lain baru selesai belajar, tapi tidak di kelas, tetapi dari sudut lain kampung, kami jadi bertanya-tanya itu siapa. Sayang tidak sempat berbicara dengan kakaknya. Mereka juga memakai beberapa meja dari paud, dan kemudian mengembalikannya.

Kami membagi kelas lalu belajar seperti biasa. Di kelas 5 , kami belajar agama dan bahasa inggris.

Ketika kelas selesai, berdoa bersama dipimpin oleh Jelita dan Intan. Tapi surat yang dibaca bersama kalau sebelumnya hanya Al-Ashr, sekarang tambah doa orang tua dan doa dunia akhirat. Oleh para adik sendiri secara tidak disengaja.

Setelah kelas, grup kelas tari memulai latihannya dan kakak-kakak evaluasi.

Absen adik (nama - tingkat)
  1. umay - paud
  2. hikmah - paud
  3. eca - paud
  4. syifa - paud
  5. jelita - 1
  6. ahmad - 1
  7. sasi - 2
  8. ibnu - 2
  9. fenina 2
  10. rossa 2
  11. tia 2
  12. fara 3
  13. zaskia 4
  14. lintar 4
  15. putri 4
  16. putri bule 5
  17. bela 5
  18. vita 5 
  19. betri 5
  20. riri 6
  21. vania 6
  22. puja 6
  23. hanum 6
absen kakak : ka satu, ka mira sari, ka mira afianti, ka amy, ka dara, ka ricko, ka dimas, ka mita (baru), ka ina (baru), ka galuh, ka alin, ka gaby (baru)


9 Maret 2015

English Day

0


Kelas hari ini memecahkan rekor ! jika biasanya jumlah kakak pengajar paling banyak 12 orang, pagi ini kami kedatangan banyak kakak pengajar baru, sehingga total kakak pengajar adalah 21 kakak ! dengan 28 adik, jumlah ini sedikit lagi mampu menjadikan kelas menjadi 1:1 , yaitu 1 kakak dan 1 adik. Tapi ini sudah Alhamdulillah sekali. Dan semua kakak baru bermain dan belajar bersama tanpa canggung. Begitu juga dari sisi adik, tidak segan pada kakak yang baru dan justru ingin berkelompok dengan kakak baru.

Kelas hari bertemakan english day, yaitu hari belajar bahasa inggris. Pukul 0930 banyak kakak pengajar sudah sampai di kelas dan bermain bersama adik-adik, kali ini, tepuk diam yang sudah jarang digunakan, kembali sering digunakan. 

Prok prok prok, diam dong.
Prok prok prok, jangan berisik,
Sssssstttttt!

Berdoa bersama dipimpin oleh kak Satu. Bani yang biasanya aktif memimpin doa bersama, kali ini sedikit malu untuk melakukannya. Setelah berdoa dan kakak baru melakukan perkenalan, kelas dimulai dengan membagi kelompok. Ada 6 kelompok yang terdiri dari 4 adik dan 2 kakak di setiap kelompoknya. Ada juga yang 3 kakak.


Dalam kelas kali ini, setiap kelompok diberikan kertas putih, alat tulis dan mewarnai, dan juga secarik kertas bertuliskan suatu keadaan dan tempat. Misalkan, pada kelompok kak satu, kami mendapat living room, yaitu ruang tamu. Adik-adik di kelompok, akan menuliskan hal hal atau benda yang ada di ruangan dalam judul kelompok tersebut. Jadi vani-betri-tasya dan mutia di kelompok Living Room bergegas menuliskan dan menyebutkan apa saja yang ada di ruang tamu.

Kursi. Meja. Cermin. Kucing. Hingga motor pun mereka sebutkan. Sesekali, jika ada benda yang mereka tidak tahu bahasa inggrisnya, seperti kipas angin, mereka bertanya pada kak Satu dan kak Monika. Kelompok lain mendapatkan ruangan dapur, kelas, lalu di kelompok yang lebih kecil seperti adik-adik PAUD, judulnya lebih mudah yaitu warna, binatang, dan bagian tubuh.

Setelah menuliskan dikertas, 30 menit kemudian setiap kelompok diminta menggambarkan benda benda yang mereka tulis. Lalu diwarnai. Hal ini dimaksudkan agar setelah menghapal, ingatan kata tersebut akan direalisasikan lewat gambar, menjadikannya lebih lama bertahan dalam ingatan. 

Dan ketika semua kelompok sudah selesai, pemimpin kelas yaitu kak Lina meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan pekerjaannya. Ketika ini kak Lina memancing keberanian adik-adik dengan cara tidak memanggil giliran maju, tapi secara sukarela,

”ayo kakak tidak mau memanggil, tapi kita lihat siapa yang bisa dan berani maju, itu hebat”



Kak satu hanya menyemangati adik-adik di kelompoknya dengan pertanyaan singkat, ”kita berani apa takut?” , yang mana rupanya efektif dan membuat adik-adik serontak menjawab, ”berani!” lalu mengacungkan tangan.

Walaupun Mutia terlihat canggung ketika berdiri dan membacakan, ini membuat kami bisa melihat apa yang kami bisa benahi lagi dalam kelas ini, seperti kemampuan berbicara didepan umum bagi si adik.

Akhirnya setiap kelompok berdiri dan membacakan hasil pekerjaannya, tapi ada keunikan yang hebat di kelompok Bodies, atau bagian tubuh, dimana presentasi mereka disajikan dengan lagu.

”eye mata, nose hidung, mouth mulut, hair rambut, arm lengan, hand tangan, foot itu kaki” , nyanyi ketiga adik dan tiga kakak di kelompok tersebut. Lalu adik dari kelompok lain mengikuti dan menghapalkan juga. Karena lagunya memang catchy.

Setelah kelas selesai, berdoa bersama dilaksanakan, kemudian kakak pengajar memesan tempe mendoan jualan ibu sebelah dan memakan bersama dengan adik-adik. Mereka terlihat senang, dan tanda yang bagus dari hal ini adalah ketika adik-adik diam rapih menunggu dibagikan, tidak seperti dulu yang akan berdiri dan berebut makanan. Walau demikian, tercatat juga beberapa adik mengatakan kalau 1 tempe 1 adik itu kurang, mau lebih. Ini akan jadi catatan, agar kedepannya bisa menumbuhkan sifat bersyukur. Bagaimanapun, tempe mendoannya bukan menu wajib dan sudah ada saja seharusnya sudah bagus. Hal menarik berikutnya adalah ketika kak Satu iseng mengajak bani untuk berkeliling membawa kantong sampah sebagai petugas kebersihan, ia melakukannya dengan senang hati.

”ayo ayo sampahnya kasih di kantong ini”, katanya sambil berjalan. 

Setelah kelas selesai, kakak pengajar mengadakan evaluasi. Dan beberapa adik yang masih belum pulang juga diajak. Pada evaluasi ini, kak Najib yang merupakan kakak baru tapi sudah lama berkecimpung sebagai pengajar anak marjinal, memberi masukan agar kakak-kakak pengajar lebih dekat lagi secara kekeluargaan diluar rumbel. Mengadakan kegiatan bersama agar ikatan semakin kuat. Saran ini bagus.

Kehadiran kak Galuh yang sebagai penggiat tari tradisional juga membuka kemungkinan bagi diadakannya kelas ekstra kulikuler tari. Detil dan teknisnya masih dibahas.

Sekian dulu jurnal kegiatan hari ini. Alhamdulillah dan semoga kita bisa terus melayani dan mengajar !

/SCL