10 Februari 2015

Kelas tema tradisional

0


Kelas rumah belajar ichi kemarin ramai diisi dengan beberapa hal tak terduga. Kakak pengajar sudah mempersiapkan urutan acara yaitu mengajar lagu daerah, menceritakan dongeng rakyat, dan permainan tradisional, seiring temanya yaitu tradisional. Diantara kakak yang hadir, ada kak dimas sebagai kakak yang akan mengajar lagu daerah dan bercerita dongeng rakyat. Ada kak satu, kak ken, kak irma, kak puput, kak lina, kak ely, kak moniq dan kak fenty.

Sebelum mulai, seperti biasa, kelas dimulai dengan berdoa bersama. Tapi sesuai dengan diskusi ka satu bersama ka lina, kelas dimulai dengan duduk melingkar dan bermain ketangkasan. Kami bermain "1234 tidak Berbunyi". Kegiatan seperti ini bisa mengambil perhatian mereka sebelum belajar, untuk kita menyisipkan pesan pesan moral. Lalu berdoa bersama, dan kak dimas mulai mengajar lagu Ampar Ampar Pisang.

Terkejutnya kami, bukan saja mereka sudah hapal lagunya, tapi sekaligus dengan gerakan tangan yang seperti tarian. Memang tidak semua yang sudah bisa, tapi dari Puja yang kelas 6 SD hingga Sasi yang masih kelas 1 SD sudah bisa melakukanya. Yang terjadi kemudian adalah, kami kakak pengajar yang jadi belajar gerakan tangan tersebut ! malah sebenarnya ada juga gerakan kaki.

Dongeng tentang si kancil mencuri ketimun mulai diceritakan kak Dimas pada jam berikutnya. Kali ini beberapa anak juga mengaku pernah mendengarnya. Ya dongeng si kancil memang sedikit umum. Tapi kak dimas tetap membacakan.



Di sela-sela dongeng, beberapa adik yang usianya sudah remaja, datang dan mengucapkan salam. Ka satu menyambut mereka dan mengajak berbicara. Sudah lama sekali tidak melihat Septi, GIta, Asih dan lain lain. Rumah  Belajar Ichi tadinya mengajar remaja juga, pada pelajaran SMP mereka, namun karena kekurangan kakak pengajar, maka kami baru bisa mengajar adik SD nya saja. Ka Satu terpikir untuk mengajarkan minat dan bakat pada mereka. Dimulai dengan bertanya apa hobinya, Asih menjawab ia suka sekali berenang tapi belum bisa berenang di tempat dalam. Itu bisa menjadi satu bahan kegiatan di lain kali.

”apa kalian suka fotografi? ” , tanya ka Satu

Mereka mengiyakan. Beberapa ingin belajar foto dan beberapa ingin difoto. Dengan kak irma yang sudah memulai usaha di bidang fashion dan kak moniq yang sudah lama menjadi make-up artist, kami memilih tanggal 21 februari untuk tanggal latihan.

Harapannya, minat dan bakat ini dapat mendekatkan kami dengan adik adik SMP dan remaja, dan menjauhkan mereka dari masalah-masalah remaja sekarang seperti obat-obatan dan perilaku seksual.

Nah kelas dilanjutkan lagi dengan permainan tradisional. Tadinya mau main dampu di luar, akan tetapi karena bekas hujan dan tanah yang becek, kami bermain enggrang di dalam kelas. Semua anak terlihat bersemangat. Saking semangatnya, sedikit berebutan memainkan enggrang yang hanya ada empat buah. Tidak mudah lho main enggrang itu ternyata. Terbukti kak satu gagal memainkannya dengan baik.

Setelah itu kelas dipulangkan dan kakak makan siang bersama sambil berdiskusi. Kak moniq menyarankan agar minggu depan belajar kelas bahasa indonesia. Lalu kak dimas juga setuju, sambil mengajarkan akademik ke adik-adik yang sebentar lagi ujian nasional, kelas 6 SD misalnya.


Semoga kelas berikutnya lebih baik lagi !

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.