24 Januari 2016

English Class (Episode : Body Parts)

0

Minggu pagi tadi, seperti biasa adik-adik dan beberapa kakak sudah berkumpul di PAUD Binawarga, Kalibata. Agenda hari ini adalah English Class, dalam episode belajar tentang nama-nama body parts atau anggota tubuh. Kebetulan beberapa waktu yang lampau (udah lampau banget sebenernya), adik-adik pernah diajarkan beberapa kosakata anggota tubuh dalam bahasa Inggris. Dan ternyata waktu di-tes, masih pada inget! Karena waktu itu Kak Fenty membuat sebuah lagu agar kata-kata tersebut lebih mudah dihapal.

eye mata, nose hidung, mouth mulut, hair rambut, arm lengan, hand tangan, foot itu kaki...

Agar adik-adik tambah banyak hapalannya, hari ini kami belajar lebih banyak lagi kosakata anggota tubuh dalam bahasa Inggris. Agar belajarnya lebih mudah, adik-adik dibagi menjadi dua kelompok. 

Kelompok pertama menamakan dirinya kelompok Macan (yang kepanjangannya adalah Manis dan Cantik -- hahaha oke baiklah). Kelompok Macan bertugas menulis anggota tubuh bagian atas (dari perut ke atas) atau upper body. Mulai dicatat satu per satu, dari mulai alis, bulu mata, pundak, siku, sampai poni, jerawat, dan sariawan! Hmm walaupun itu bukan anggota tubuh yaa. Hehe.

Kelompok kedua menamakan dirinya kelompok Terserah. Bertugas menulis anggota tubuh bagian bawah (dari perut ke bawah) atau bottom body. Dari mulai paha, betis, mata kaki, dan lain-lain.

Adik-adik kemudian diminta membaca bersama kata-kata tersebut dalam bahasa Inggris dibantu oleh kakak-kakak. Tantangan berikutnya adalah menghapal! Karena di akhir kelas akan diadakan cerdas cermat Bahasa Inggris.

Jadi sistemnya setiap kelompok bergantian "menguji" hapalan kelompok lain. Sangat seru karena adik-adik terlihat sangat bersemangat dan berambisi menang. Hehe. Tapi pada akhirnya skornya adalah seri 5-5 yang berarti bahwa semuanya pinter! Hore!

Kelompok Macan



Kelompok Terserah, bahasa Inggrisnya mata kaki apa yaa? 



Hafalannya dibagi-bagi biar cepet. Hehe. 

Lutut apaa bahasa Inggrisnyaa?

Zahra dapet giliran untuk bertanya

Kelas yang menyenangkan! Setelah berdoa bersama kami pun menutup kelas lalu sholat Dzuhur berjamaah.

Oiya, tadi ada beberapa kakak baru yang datang. Terima kasih kedatangannya ya, Kak! Semoga nantinya kakak-kakak baru betah untuk terus bermain dan belajar di ICHI. Untuk kakak-kakak lain yang juga ingin ikut kegiatan rumbel setiap hari Minggu, kami akan menyambut dengan senang sekali. Ditunggu yaaa, Kak!


Salam,
Mira.

20 Januari 2016

Hour of Code

0

Matahari cerah berada pada posisi yang menunjukkan pukul 9.30 pagi di tanggal 17 Januari 2016 kemarin. Suasana hiruk-pikuk sudah sangat terasa di Jakarta. Seperti tak mau kalah dengan kegiatan orang-orang lain, adik-adik Ichi juga sedang menyibukkan diri dengan laptop dan gawai lainnya di dalam kelas.

Hari ini tak seperti biasanya, adik-adik Ichi diperbolehkan untuk memainkan gawai yang telah tersedia. 

Karena hari ini saatnya Hour of Code! Jadi, Hour of Code merupakan suatu gerakan yang diprakarsai oleh code.org untuk memperkenalkan keseruan dari membuat sebuah aplikasi atau permainan menggunakan bahasa pemrograman dengan cara yang mudah dipahami. Sederhananya, Hour of Code akan mengenalkan apa itu ngoding dan dasar-dasar illmu komputer kepada adik-adik Ichi. Seru kan!

Keseruan ini dimulai dengan pembagian kelompok berdasarkan umur. Hal ini dimudahkan dengan pilihan yang tersedia pada web Hour of Code yang menyediakan bentangan umur untuk permainan yang disediakan (https://code.org/learn) sehingga para kakak pengajar tidak berasumsi akan tingkat kesulitan disetiap permainan tersebut. Lalu setelah aba-aba dimulai mulai dikumandangkan, dengan sigap mereka langsung memilih permainan apa yang akan mereka bangun pada kelompoknya masing-masing. Yah, tak sulit ditebak, Frozen langsung menjadi pilihan favorit mereka. Ditambah dengan kedatangan Mas Aranggi beserta keluarga dari Clevio (http://clevio.co/camp/) yang senantiasa membimbing kami untuk menyelesaikan permainan tersebut, kelas hari ini menjadi semakin menyenangkan. Tak lupa juga Mas Ingki (Kompas) yang menyempatkan datang untuk menyumbangkan beberapa keseruan di sana.
















Kelas berlangsung selama satu jam. Tak disangka-sangka, adik-adik Ichi sangat antusias untuk menyelesaikan semua stage pada permainan tersebut sehingga mereka meminta tambahan waktu selama 15 menit. Tak puas dengan satu permainan saja, mereka menyelesaikan dua atau tiga lainnya agar sertifikat yang mereka dapatkan semakin banyak. Tak ingin kalah dengan yang lain adalah sifat umum dari anak-anak.

Tibalah dipenghujung kelas. Sebelum kelas dibubarkan,  kami mendapat kabar baik dari Mas Aranggi bahwa dua dari beberapa adik Ichi akan mendapatkan beasiswa di Clevio selama 4 bulan. Surprise surprise! Mendengarnya saja bulu kuduk kami langsung bereaksi secara berlebihan. Dan, Alhamdulillah, yang terpilih adalah Riri dan Puja. YES, WE ARE SO PROUD!

Lengkaplah sudah kebahagiaan hari itu. Bermain dengan bahasa pemrograman menggunakan sebuah permainan bersama adik-adik Ichi dan juga kabar baik dari Mas Aranggi yang berhasil membuat rasa panas hari itu menjadi kesejukan yang melegakan.



Jadi, Adik-adik Ichi aja bisa ngoding, masa kakak enggak!

- Ken Mentari

28 Desember 2015

Kelas Sains dan Dongeng

0

Di hari yang cerah, Kak Aulia dihubungi oleh seseorang mengenai ICHI. Beliau bernama Bu Hera, dan beliau bersama dengan anak-anaknya ingin membuat kelas di Rumbel ICHI. Belum lagi, beliau akan membawa pendongeng ikut serta! Wah, sepertinya kelasnya akan sangat menyenangkan!

Pagi itu Bu Hera datang bersama teman dan anak-anaknya, membawa bahan-bahan yang diperlukan untuk kelas sains. Proyek sains sederhana yang disiapkan oleh Bu Hera dan keluarga adalah membuat balon gas, telepon dari kaleng, dan gasing. Langkah-langkahnya sederhana dan mudah diikuti. Sebelum kelas sains dimulai, Bu Hera mempersilakan Pak Joy untuk berdongeng. Dongengnya seru, menyenangkan, dan sarat akan nasihat. Semua adik-adik ICHI memperhatikan dengan seksama saat Pak Joy bercerita. Ekspresi mereka mengikuti ekspresi Pak Joy yang kerap berubah sesuai dengan tokoh dan cerita yang ia bawa. Seru!




Setelah puas tertawa mendengarkan dongeng dari Pak Joy, adik-adik masuk ke mode serius. Anak-anak Bu Hera yang sudah biasa mengadakan kelas sains pun mengambil posisi mereka masing-masing. Mereka menggelar alat-alat yang dibutuhkan untuk masing-masing proyek sains di meja yang terpisah, membentuk stand-stand kecil dengan dua asisten di masing-masingnya. Adik-adik ICHI bergantian mendatangi stand-stand tersebut dan mencoba masing-masing proyek sains. Di meja balon gas, bubuk baking soda bertebaran dan air terciprat ke sana-sini. Sementara itu, benang bahan telepon kaleng malang-melintang di ruangan. Seru sekali!


 






Sebelum kelas berakhir, salah satu anak Bu Hera membagikan kue dalam rangka berulang tahun! Hore, makan kue!



Terima kasih sudah mampir ke Rumah Belajar ICHI, Bu Hera dan keluarga. Sampai jumpa lagi. :)


Salam,
Aulia Agassi

Kelas Angklung

0

Sudah beberapa waktu berlalu sejak Kelas Angklung pertama kali diadakan. Minggu ini, karena kak Ricko sedang berada di Jakarta, akhirnya angklung-angklung ICHI dikeluarkan lagi dari kardus! 


Sambil menunggu Kak Ricko menulis-nulis not untuk lagu yang akan dimainkan, kakak-kakak dan adik-adik ICHI berbincang (tidak) santai soal tebak-tebakan terkini. Sekaligus juga, main domikado.


Setelah siap, Kak Ricko membagikan angklung satu per satu kepada para adik dan juga kakak dan meminta semua berbaris sesuai angklung yang dipegang. Setelah briefing singkat tentang cara memainkan angklung, Kak Ricko pun mulai memberi aba-aba. Semua mulai mengikuti Kak Ricko dan memainkan angklungnya dengan serius. Lagu yang dipilih untuk dimainkan hari itu adalah Bintang Kecil, Naik Delman, dan Ibu Kita Kartini.






Semua senang! Jadi tidak sabar untuk kelas minggu depan.


Salam, 
Aulia Agassi

Sampai Jumpa Kak Satu!

0

Hari Minggu ini, kegiatan Rumbel Ichi berfokus pada sang founder, Kak Satu. Hari ini adalah hari Minggu terakhir Kak Satu datang ke Rumbel Ichi sebelum menghabiskan 104 minggu berikutnya belajar di Swedia. Di hari perpisahan temporer ini, Kak Satu berdongeng tentang seorang anak bernama Lolo, yang dengan gigihnya berusaha mencapai cita-citanya untuk bersekolah di tempat yang jauh. Meski kami semua sih tahu kalau Lolo itu nama samaran untuk Kak Satu, karena cerita yang didongengkan sebenarnya adalah kisah Kak Satu sendiri.




Keberangkatan Kak Satu untuk berkuliah ke luar negeri ini diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi adik-adik Rumbel Ichi untuk terus belajar untuk menggapai cita-cita mereka.

Selain itu, hari itu juga adik-adik mendapat banyak buku bacaan dan pelajaran baru dari Kak Fifih. Mereka antusias ingin membaca buku baru, bahkan berebut membawa pulang.


Sebelum pulang, beberapa adik diminta untuk tampil mendadak di depan kelas. Mereka ternyata telah belajar menari bersama, maka dengan diiringi lagu dari youtube, mereka pun mulai menari. 

Tarian pertama adalah Tari Indang. Lucu dan indah, melihat gerakan mereka yang (mencoba) beraturan. Setelahnya, Tasya, salah satu adik, bilang ingin menari dengan diiringi lagu Cherrybelle. Tentu, para kakak pengajar pun mencarikan lagunya. Tampil di depan kelas seperti ini adalah salah satu cara adik-adik mengatasi rasa malu untuk tampil di publik. Sayangnya, adik-adik yang lebih kecil terlalu malu untuk tampil.

 Tari lagu Cherrybelle

Tari Dindin Ba Dindin dari Sumatera Barat 

Foto bersama

Setelah berfoto bersama (ayolah, ini kelas terakhir sebelum 104 minggu tanpa Kak Satu), kelas pun disudahi. Beberapa kakak tetap di kelas untuk mengevaluasi kelas hari itu, lalu tiba-tiba beberapa adik kecil datang lagi. Rupanya mereka ingin menari juga. Lagu yang mereka pilih, tentu saja di luar ekspektasi kami, adalah lagu berjudul Naik Odong-Odong. Lagu kanak-kanak yang kekinian sekali.

Yah, sampai jumpa 104 minggu lagi, Kak Satu! Semoga kuliahnya lancar!


Salam,
Aulia Agassi